Kamis, 19 November 2020

PERAWATAN TANAMAN HIAS SECARA RUTIN

 PERAWATAN TANAMAN HIAS SECARA RUTIN


Jika kita baru pertama kali berkebun, melakukan perawatan terhadap tanaman hias bisa terasa melelahkan.

Tapi, banyak tanaman hias yang tidak harus diperhatikan setiap saat. Sebagian tanaman mudah dirawat dan hanya memerlukan sedikit penanganan

Nah, saat tiba waktunya bagi kita untuk merawat tanaman hias dan memotong beberapa daun yang warnanya menguning, kita perlu panduan agar tanaman tetap sehat dan tidak layu.

Dalam merawat tanaman, kita bisa mengikuti cara sebagai berikut:


1. Menyiram tanaman hias

Ilustrasi menyiram tanaman hias Monstera variegata. 


Semua tanaman hias memiliki kebutuhan yang berbeda akan air, tergantung jenis, cara mereka tumbuh, dan perubahan dalam pertumbuhan tanaman sepanjang musim.

Siramlah tanaman sesuai kebutuhan daripada mengikuti jadwal yang ditetapkan.

Secara umum, tanaman yang ditanam di tanah yang kering dalam sebuah wadah harus disiram ketika 1-2 cm bagian atas tanah terasa kering.

Kaktus dan tanaman sukulen hanya membutuhkan sedikit air, sementara tanaman berbunga biasanya memerlukan air lebih banyak.

Hati-hati saat menyiram tanaman, jangan berlebihan. Menyiram tanaman dengan air terlalu banyak atau overwatering adalah penyebab umum tanaman hias kesayangan kita menjadi layu, dan pada akhirnya mati.

Jauh lebih baik membiarkan tanaman hias dalam kondisi kering ketimbang diberi terlalu banyak air


2. Memupuk tanaman hias


Tidak ada aturan baku untuk mengetahui berapa banyak pupuk yang harus diberikan pada tanaman.

Pemberian pupuk bergantung pada kecepatan dan usia pertumbuhan tanaman dalam setahun.

Ketika tanaman terlihat menjaid kurus atau daunnya mengecil, itu adalah waktu untuk memberinya pupuk.

Namun hindari memberikan pupuk secara berlebihan pada tanaman hias, karena dapat merusak akar dan menghambat pertumbuhan tanaman.

Untuk varietas tanaman berbunga, gunakan pupuk yang memiliki kandungan nitrogen, fosfor, dan kalium seimbang.

Jika kandungan nitrogen terlalu tinggi, tanaman akan menumbuhkan banyak daun, tetapi bunganya menjadi jauh lebih sedikit.


3. Memperbanyak tanaman hias


Tanaman hias bisa diperbanyak melalui pembagian atau metode lain, seperti tanaman luar ruangan.

Hal ini membantu mendorong lebih banyak tanaman hias yang tumbuh, serta cara efisien untuk menanam lebih banyak tanaman dari apa yang sudah kita punya.

Tanaman hias seperti bromelia akan memunculkan tunas baru di pangkal tanaman (offset) yang dapat kita pisah dan masukkan ke dalam pot baru.

Tanaman hias merambat seperti philodendron dan pothos atau sirih gading membentuk akar baru, di tempat yang batangnya bersentuhan dengan tanah.

Karena itu, baik philodendron dan sirih gading cocok dikembangbiakkan dengan cara disetek. Kita juga bisa memotong bagian yang memiliki akar, lalu menanamnya langsung.

anaman hias lain, seperti spider plant (lili paris) dan strawberry begonia (kuping macan) berkembang biak lewat tunas ke pangkal tanaman.

Kita hanya perlu merendam pangkal tanaman ke dalam air selama beberapa hari untuk mengembangkan akarnya, kemudian menanamnya di tanah.


4. Mengganti wadah atau pot tanaman hias

Perksa akar pada tanaman hias kita. Jika akar tanaman mengelilingi bagian dalam wadah, itu tandanya kita harus mengganti wadah atau pot dengan yang lebih besar.

Apabila kamu ingin tetap menyimpan tanaman itu di pot yang sama, potong beberapa akar dengan gunting dan tanam kembali ke dalam wadah menggunakan tanah yang baru dan segar.

Di samping mengganti wadah tanaman, kita juga bisa membagi tanaman menjadi beberapa batang untuk menghasilkan tanaman baru

Menegelap daun tanaman hias menggunakan cairan susu ternyata mamou membuat daun tersebut terlihat mengkilap.


5. Bersihkan debu yang menempel pada daun

Hampir semua tanaman hias terlihat lebih menarik jika dibersihkan rutin.

Debu bisa menempel pada daun, jadi cuci daun dengan air bersuhu ruangan atau sikat lembut jika tanaman memiliki daun berbulu.

Pada tanaman berdaun halus, gunakan kain untuk menggosok debu di daun dengan lembut.

Hal itu tidak hanya meningkatkan penampilan tanaman, melainkan juga membantunya menyerap lebih banyak cahaya.


6. Memangkas bagian tanaman

Memangkas tanaman hias bertujuan untuk membuatnya terlihat lebih baik, sekaligus menjaga ukuran tanaman agar tidak terlalu besar.

Kita bisa memangkas tanaman kapan saja. Jika salah satu tanaman memiliki cabang terlalu panjang, potong setengah cabang tersebut atau sampai habis.

Buang daun dan batang yang mati atau layu supaya tidak merambat ke bagian lain tanaman.

Lakukan peremajaan pada tanaman hias yang tumbuh terlalu tinggi dengan memotongnya menjadi setinggi 10-15 cm

Cara ini efektif dalam mendorong pertumbuhan baru untuk tanaman merambat atau gantung seperti Swedish ivy dan pothos (sirih gading) yang terkelupas di bagian ujungnya.

Selain memangkas, kita dapat mencabut ujung batang tanaman dengan kuku jari atau gunting pemotong rumput.


7. Mencabut daun dan bunga yang layu


Bunga yang layu pada tanaman hias wajib dipangkas atau dicabut untuk menjaga tanaman mekar lebih lama dan mencegah penyakit.

Jangan lupa cabut juga daun yang warnanya sudah menguning atau cokelat. Gunakan gunting kecil atau gunting tajam untuk memotong daun tanpa merusak batang tanaman.


8. Waspada hama tanaman


4 Tips Buat Tanaman Hias Tetap Tumbuh


Beberapa jenis serangga bisa menyerang tanaman hias. Gunakan sabun atau semprotan insektisida untuk menjaga tanaman dari sebagian besar hama seperti kutu daun dan tungau.

Semprotan air selang juga bisa menghilangkan populasi hama pada tanaman. Rawatlah tanaman setiap seminggu sekali untuk menghilangkan hama yang cepat berkembang biak.

Menelaah gosok cairan alkohol dapat membunuh hama seperti serangga bersisik dan kutu putih.

Caranya, celupkan cotton bud atau pembersih telinga ke dalam cairan alkohol. Kemudian, oleskan pembersih telinga yang mengandung alkohol tersebut pada hama. Lakukan secara berkala

Tanaman hias Chinese Money Plant.

Agas jamur merupakan hama tanaman lain yang perlu kita berantas, meskipun orang sering sulit membedakannya dengan lalat buah.

Biasanya agas jamur akan berkumpul dalam jumlah besar jika tanaman mengalami overwatered atau kelebihan air.

Biarkan permukaan tanah mengering di antara penyiraman dan bersihkan daun mati di permukaan tanah.


9. Memerhatikan penyakit tanaman hias

Buanglah bagian daun atau batang tanaman hias yang terkena penyakit untuk mencegah penyebarannya.

Beberapa penyakit tanaman disebarkan oleh serangga, jadi jaga populasi serangga agar tetap terkendali.

Penyakit tanaman hias yang harus diwaspadai antara lain embun tepung (bintik-bintik putih pada daun), bintik daun jamur (kuning, coklat, atau hitam), dan akar yang membusuk karena overwatering atau disiram air berlebihan


Sumber: 

bhg.com
https://niabudidaya14.blogspot.com





Rabu, 18 November 2020

MANFAAT CANGKANG KULIT TELUR UNTUK TANAMAN

MANFAAT CANGKANG KULIT TELUR UNTUK TANAMAN

 


Telur adalah bahan makanan yang praktis dan bisa dijadikan bahan untuk mengolah berbagai menu masakan.

Banyak orang langsung membuang cangkang telur yang telah digunakan, padahal cangkang telur ternyata memiliki banyak manfaat untuk tanaman, lho.

Hal ini tentu saja akan bermanfaat bagi orang-orang yang memelihara tanaman di rumah.

Salah satu manfaat utamanya adalah untuk meningkatkan nutrisi pada tanaman.

Dilansir Los Angeles Times, kulit telur hampir seluruhnya terbuat dari kalsium karbonat, yang dibutuhkan tubuh kita untuk kesehatan tulang dan otot.

Tanaman juga membutuhkannya dan kita dapat memberikannya kepada mereka melalui beberapa cara, seperti melalui kompos atau tanah.

Sebelum memberikannya pada tanaman, bilas kulit telur terlebih dahulu dan pastikan tidak ada bagian putih lengket yang tersisa.


Kemudian, biarkan mengering.


Adapun beberapa manfaat cangkang kulit telur untuk tanaman, antara lain:

1. Pupuk

Dilansir the Spruce, kamu bisa memanfaatkan cangkang kulit telur untuk mencegah pembusuhkan ujung bunga pada tanaman tomat, paprika, hingga terong.

Tanaman akan menyerap kalsium dari kulit telur sehingga dapat tumbuh tanpa masalah.

Untuk manfaat maksimal, taburkan kulit telur ke setiap lubang sebelum ditanam.

Kemudian, taburkan cangkang tambahan di sekitar pangkal tanaman setiap dua minggu.


2. Mencegah hama

Hama seperti siput dan beberapa jenis cacing dapat menyebabkan kerusakan serius pada tanaman.

Kamu bisa melindunginya dari hama dengan menyebarkan cangkang telur yang hancur di sekitar tanaman.

Tepi cangkang telur yang berferigi akan berpengaruh pada tubuh lunak hama jika mereka mencoba melewatinya untuk mendekati tanaman.


3. Mencegah kucing berkeliaran di sekitar tanaman

Kucing kerap kali buang air besar di pot tanaman.

Untuk mencegahnya, cobalah menaburkan cangkang kulit telur pada tanaman pada area yang sering didatangi kucing.

Kucing tidak menyukai cangkang kulit telur, karena itu mereka akan menjauhi tanaman jika menemukannya.

Selain itu, setelah beberapa kali menginjak cangkang kulit telur tersebut, mereka akan memutuskan mencari dan pindah ke taman lain yang lebih nyaman.


4. Kompos

Kulit telur sangat baik untuk pengomposan.

Selain karena mudah dipecahkan, cangkang kulit telur juga bisa menambahkan dosis kalsium yang baik untuk tanaman.

Pastikan cangkang kering sebelum menaburkannya pada tanaman sehingga tidak malah menarik makhluk lainnya yang tidak diinginkan.

Jika kamu memiliki tempat sampah kompos cacing, menambahkan cangkang kulit telur adalah cara yang bagus untuk menjaga tingkat pH yang pas.


5. Pot bibit

Tidak perlu mengeluarkan uang membeli pot kecil untuk menanam benih tanaman.

Cukup siapkan setengah cangkang kulit telur dan isi dengan sedikit tanah.

Kemudian, masukkan bibit dan siram dengan sedikit air.


Jika kamu menyimpan karton telur, gunakanlah sebagai wadah yang sempurna untuk menjajarkan pot-pot mini tersebut hingga siap ditanam


Sumber: LA Times,The Spruce


4 Cara Mengubah Warna Daun Aglonema Menjadi Pink atau Merah, Nomor 4 Sekaligus Membuat Daun Jadi Mengkilap

Aglonema memiliki warna dan corak  daun  yang beragam dan begitu indah sehingga menjadi primadona banyak orang. Selain warna dan coraknya ya...